lumpur


seperti direndam lumpur.
sehingga tidak lagi kelihatan mana putihnya, mana jernihnya,
yang ada hanya kotoran-kotoran yang degil,
melekat walau disental.
lalu terjelepuk lesu,
jijik dengan segala kotoran membungkus.

merangkak menuju ke aliran air yang menyuci.
kelihatan ramainya bidadari di situ,
anggun! menawan! jelita!

cemburu. terasa kerdil dan jijik.
malah hina.
bolehkah aku ke situ?
atau akanku kotorkan aliran jernih ?
mencacatkan pemandangan indah itu.
sehingga bidadari murka padaku?

lalu teresak di pertengahan.
hilang tuju.

**************

yang ku mahu, ku tolak tepi,
yang kupinta, kubiar pergi.
yang tinggal, hanya keliru,
apa sebenarnya inginmu?

biarlah keliru memakan diri,
dari ketergesaan yang menikam mati.

cukuplah gurisan dan calaran.
tiba masanya berhibernasi.
menghitung diri.
membina cahayaku sendiri.

**************

Ya Allah, aku berlindung pada-MU daripada meminta sesuatu yang tidak kuketahui hakikatnya.
Ya Allah, aku berlindung pada-MU, daripada kejahatan diriku sendiri.



Ya Allah hanya Engkau yang bisa
Ampuni hamba tunjukan cahaya
Ya Allah, Engkau, satu yang mampu
PertolonganMu, selamatkan aku

Tiada daya aku tuk melangkah
Bertemu denganMu pun aku tak kuasa
Tapi kepada siapa lagi ku memohon
Selain kepadaMu.....



kembali aku..





6 comments:

[fathiyyah] said...

nak komen pasal cahaya je. sebab yg pasal lumpur daku tidak paham sangat.

mungkin sekarang kena membenarkan cahaya itu pergi buat seketika, mudah-mudahan ia akan datang bila kau memerlukan.

mungkin bukan sekarang waktunya,
mungkin bukan saat ini.

mungkin waktunya adalah esok
atau esok nya

yang mengharapkan agar engkau tidak jemu dalam bersabar,


pesanan dr penaja dan dari sy yg berpengalaman (eceh) :
bersabar itu berbaloi. maka bersabarlah dengan kesabaran yang baik. saba neh, kalau ada jodoh tak kemana (waaa, larikkkk!) :D

tata. nite2

farahnur said...

faham2 ^^

Anisah Shamilah MS said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

Tapi kn...kata sorang pcik, kami pernah hidup dlm keadaan gelap...tatkala menerima cahaya...walau cahayanya hanya nyalan obor..kami ttp mahu berpegang padanya...kerana tahu bagaimana hidup dlm gelap

Kalau membiarkn diri.seketika hidup dlm gelap....kalau Allah tak sudi lg beri cahaya cmna?

May Allah ease

P/s: i'm doing random blogwalking n found ur blog..keep going..keep blogging

Anisah Shamilah MS said...

to anonymous,
i've removed dat part coz it can cause A LOT of misunderstanding.

yup. totally agree with u. perlu pegang pada cahya Allah tu. sangat.
tadi terbaca satu phrase dlm buku yg cakap,

kadang2 , kita hanya perlukan cahaya yang malap untuk terus hidup,
bagaikan kereta yang hanya memasang lampunya yang malap di malam hari.
:)

thanks for ur concern n do'a..really do appreciate it.

Anonymous said...

=)nice one...